Produksi gas merupakan hasil proses fermentasi yang terjadi di dalam rumen yang dapat menunjukkan aktivitas mikrobia di dalam rumen serta menggambarkan banyaknya bahan organik yang tercerna. Selain itu produksi gas yang dihasilkan dari pakan yang difermentasi dapat mencerminkan kualitas pakan tersebut (Ella et al., 1997).

Proses fermentasi di dalam rumen dipertahankan oleh karena adanya sekresi saliva yang berfungsi mempertahankan nilai pH pada kisaran 6,5 – 7,0. Kondisi rumen yang anaerob, suhu rumen yang konstan dan adanya kontraksi rumen dapat menyebabkan kontak antara enzim dan substrat menjadi meningkat dan laju pengosongan rumen diatur sedemikian rupa sehingga setiap saat selalu mempunyai isi (Darwis et al., 1990).

Salah satu metode invitro yaitu menggunakan teknik produksi gas dimana metode ini mengukur produksi gas yang dihasilkan selama inkubasi sampel. Pada prinsipnya teknik produksi gas merupakan jumlah gas yang dihasilkan jika bahan pakan diinkubasi secara invitro dengan cairan rumen. Produksi gas mempunyai hubungan erat dengan nilai kecernaan suatu bahan pakan ternak ruminansia (Nuswantura, 2000)

Proses fermentasi di dalam rumen merupakan hasil dari aktifitas mekanik dan biologi yang mengubah komponen pakan menjadi bentuk yang dapat dimanfaatkan oleh ternak seperti Volatile Fatty Acids (VFA), dan protein mikrobia (Church, 1988). Penetapan degradasi secara invitro adalah metode laboratorium yang prinsipnya meniru sistem pencernaan pada ruminansia yaitu dengan menginkubasikan sampel pakan ke dalam cairan rumen dan ditambahkan larutan buffer yang telah disiapkan dan proses tersebut berjalan secara anaerob. Tahap berikutnya adalah mengasamkan sampel dengan penambahan HCl yang kemudian sampel akan mengalami proses hidrolisis protein tercerna dengan pepsin selama 48 jam (Tillman et al., 1998).

Fermentasi adalah proses biologis yang menghasilkan komponen-komponen dan jasa sebagai akibat adanya pertumbuhan maupun metabolisme mikroba anaerob (Muchtadi et al.,1992). Metode pengukuran gas invitro dapat untuk mengestimasi besarnya nilai degradasi bahan pakan yaitu relasi fraksi yang mudah larut, nilai fraksi yang potensial terdegradasi dan laju degradasi fraksi pakan. Teknik prouduksi gas fermentasi dikembangkan untuk mencari hubungan antara profil produksi gas suatu feed intake, kecepatan pertumbuhan (Jessop dan Nerreru, 1996).

Penambahan bahan campuran buffer pada pakan dilakukan dengan tujuan untuk mengontrol Ph rumen sehingga fermentasi bisa berjalan normal pada ternak dengan pakan konsentrat (SO7), sehingga bisa terhindar dari metabolisme yang tidak dikehendaki seperti acidosis, sindrom rendah lemak (Neve, 1991). Komponen buffer yang biasa digunakan adalah NaHCO3, Na2CO3, MSO (Van Nevel, 1991).

Mikrobia rumen sangat membutuhkan nitrogen untuk kelangsungan hidup serta meakukan aktifitas normal. Sekitar 80% kebutuhan mikrobia rumen akan N2 diperolah melalui gas amonia. Pada ternak yang diberi pakan basa rendah kandungan N2 sebagian besar sumber amonia diperoleh dari daur ulang metabolisme nitrogen melalui saliva. Kadar amonia cairan rumen memegang peranan penting bagi kehidupan (Stanbury, 1984).

Pertumbuhan mikrobia dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan nutrisi (Nester et al., 1983). Faktor lingkungan meliputi temperatur, Ph, udara, dan tekanan osmotik. Semua bentuk karbohidrat yang ada dalam bahan pakan yang diberikan pada ternak ruminansia akan mengalami degradasi ke arah yang lebih sederhana atau menjadi unit-unit yang lebih kecil karena adanya mikrobia rumen dan akan menghasilkan Vollatile Fatty Acid (VFA) dan gas yang terdiri dari CO2, CH4, dan sedikit H2. Semakin banyak karbohidrat yang mudah terfermentasi oleh mikrobia rumen maka akan meningkatkan produksi gasnya. Sekitar 40% dari volume gas yang dihasilkan dari fermentasi terdiri dari CO2 dan CH4 (Blummer dan Orskov, 1993)

Kebutuhan asam amino pada ternak ruminansia untuk hidup dan produksi dapat dipenuhi dan ketersediaan asam amino di usus halus, dapat berasal dari mikrobia dan protein endogen. Protein pakan yang masuk ke dalam rumen sebagian terdegradasi kemudian mengalami proteolisis oleh bakteri dan mangalami deaminasi yang menghasilkan NH3. Jika konsentrasi amonia terhambat akibatnya nilai degradasi akan menurun( Soedono et al., 1985)

Daftar Pustaka

Blummer, M and Orskov, I. R. 1993. Comparison of invitro gas production and nylon bag degrdability of roughages in predicting feed intake in cattle animal feed science and technology. 40: 109-119

Chruch, D. C. 1988 The Ruminant Animal Digestive Physiology and Nutrition. Prentice Hall. New Jersey. Pp =67-69

Darwis, A. A. dan E. Sukara. 1990. Teknologi Mikrobial. Departemen P dan K. Dirjen Pendidikan Tinggi. PAU Bioteknologi. Institut Pertanian Bogor.

Ella, A. S. Hardjosoewignya, T. R. Wiradaryadan dan M. Winugroho. 1997. Pengukuran Produksi Gas dari Hasil Proses Fermentasi Beberapa Jenis Leguminosa Pakan. Dalam : Prosidins Sem. Nas II-INMT Ciawi, Bogor.

Jesssop, N. S. And Nerrero M. 1996. Influence of Soluble Components on Parameter estimation using the invitro gas production technique, J. Anim, Sci. 62:621-627

Nester, E.W., C.E. Robert, M.E. Lidstrom, N. Pearsall and NIT. Nester. 1983.Microbiology. 3 rd edition. Sovelers Coolese Publishing. Philadelphia)

Nuswantura, L. K. 2000 Parameter Fermentasi Rumen dan Sintesis Protein Mikrobia pada Sapi Peranakan Ongole dan Kerbau yang diberi Pakan Tunggal Glirisida, Jerami Jagung dan Kaliandra. Tesis. Unversitas Gajah Mada. Yogyakarta. Pp = 55-56

Stanbury, P. F. And A Whitaker. 1984. Principles of Fermentation Technology Pergamon Press New York

Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohardiprodjo, A. Prawirokusumo, dan S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan ke-6. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Van Nevel, C. J. 1991. Modification of Rumen Fermentation by use at additivies. In : Rumen Mikrobial Metabolism and Ruminant Bigestion. E D : J. P. Jouany. INRA. Paris. Pp : 263-280

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s